Minggu, Februari 13, 2011
Iseng.
Kamis, Januari 27, 2011
Kamis, Januari 13, 2011
Analogi Sepasang Sepatu ala Maria Sagita
"Nyari pasangan itu ibarat nyari sepatu. Harus di tempat yang khusus dan ga bisa sembarangan asal beli. Karena ada begitu banyak aspek yang harus kita pertimbangkan saat memilih sepatu. Karena sepatu yang cantik belum tentu tampak cantik di kaki kita. Sebaliknya juga, sepatu yang cantik,, belum tentu nyaman untuk kita pakai. Buat apa kita punya sepatu yang modelnya ciamik banget tapi begitu dipake 20 meter langsung lecet kan??
Bagi saya, sebuah sepatu itu harus nyaman dipakai & cocok dengan bentuk kaki saya. Tidak perlu sepatu yang terlalu cantik dengan model terbaru di pasaran. Yang terpenting bagi saya adalah dia harus bisa menjadi pijakan kaki saya dalam melangkah dan menemani saya melalui perjalanan yang saya lewati, baik ketika hujan maupun panas, tanpa menyebabkan kaki saya terluka. Baik itu luka lecet ataupun luka terkilir. Saya juga lebih menyukai sepatu yang simple, yang tidak banyak macem ataupun ornamen2 hiasan pada sepatu. Sepatu yang kuat, tahan lama dan tahan banting. Saya lebih memilih memiliki 1 sepatu yang awet dipakai bertahun-tahun,, dibandingkan memiliki 10 sepatu yang beranekarupa namun selalu rusak setiap bulannya.
Mungkin saya memang pemilih. Tapi tidak 100% pemilih. Sepatu yang biasanya saya beli adalah sepatu yang pertama kali berhasil menarik perhatian saya. Saya bisa hanya menghabiskan waktu 10 menit untuk belanja sepatu karena langsung menemukannya, namun juga bisa menghabiskan waktu seharian mengitari mall tanpa hasil. Hal inilah yang biasanya membuat Mama dan kakak-kakak saya selalu kesal setiap menemani saya berbelanja sepatu. Makan waktu dan belum tentu ada yang dibeli. Karena jika hari itu saya tidak menemukan sepatu yang saya sukai, maka saya biasanya memutuskan untuk tidak membeli sepatu sama sekali..
Tapi manusia tidak sama dengan sepatu. Jika saat membeli sepatu kita bisa leluasa meminta bantuan SPG & SPB untuk mencoba sepatu yang kita suka,, maka lain halnya dengan mencari pasangan. Saya terlalu pemalu untuk mengekspresikan perasaan saya. Mungkin karena saya terlalu konvensional. Ya, mungkin karena saya adalah perempuan konvensional yang dari luar terlihat terlalu tawar tanpa rasa, sehingga tidak ada yang tau perasaan saya. Ya,, saya memang calon cumlaude di bidang komunikasi,, tapi semua mata kuliah komunikasi saya mendadak hilang lenyap ketika saya berhadapan dengan orang yang mungkin saya suka. Aaaah,, sungguh miris sekali.."
Senin, Januari 03, 2011
WELCOMING 2011. and you too, dear January
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bismillah.
Bacaan bismillah buat saya akhir-akhir ini sering sekali saya ucapkan. Bismillah buat saya adalah kata-kata magic yang bisa menguatkan saya beberapa bulan ini.
Tidak terpikir bahkan terlintas sedikit pun dalam benak saya menjadi single nantinya. Biasa tapi tidak biasa mendengar kata-kata ini di telinga. Sakit, sedih, hancur, berantakan... Sepertinya tidak ada kata kata yang tepat yang bisa menggambarkan perasaan saya saat itu.
Bertahun tahun hidup bersama seseorang yang amat saya cintai, tiba-tiba harus berakhir. But, life goes on. And I have to move on. Eits, jangan salah. Bukan move on dengan laki-laki lain, tapi lebih kepada keikhlasan diri dan pasrah menjalani kelanjutan hidup.
Balik lagi ke kata bismillah. Setiap detik, menit, jam, bahkan hari, saya mengucap kata ini untuk menguatkan hati saya. Bangun pagi, melihat ponsel, tidak ada morning call ataupun sms manis dari yang tersayang. Terus terang, pasti akan terasa sakit sekali dada ini setiap bangun. Kemudian dengan kata bismillah ini pula saya mencoba tetap bekerja, menyemangati diri sendiri untuk tetap bisa profesional dalam pekerjaan apapun.
Di saat ini pula saya mulai berpikir dan bercermin.
How come?
Kok bisa semua ini terjadi? Mulailah saya intropeksi. Saya ini banyak kekurangannya. Kurang bersyukur, kurang menjaga emosi, kurang menjaga diri, kurang memperhatikan, kurang kurang kurang banyak kurangnya.
Perlahan lahan saya benahi diri saya, perlahan lahan saya mencoba menerima semuanya. Beruntung saya memiliki keluarga yang luar biasa, teman - teman yang selalu support, dan mendoakan saya. Di saat seperti inilah tiba-tiba kita disadarkan pentingnya keharmonisan sebuah rumah tangga.
Dulu, mungkin kita pernah merasa hebat. Bahkan selintas bisa terpikir, "Ahhh... Saya bisa hidup tanpa kamu." Itu pemikiran gila! Semuanya hanya EGO!!!
Kondisi ini pulalah kemudian yang membuka mata saya. Saya harus kembali ke jalan yang benar. Bukan hanya duniawi yang saya kejar. Saya harus beryukur, berdoa, berzikir, dan memohon ampun atas dosa dan perbuatan yang saya buat. Allah sudah memberikan saya segalanya. Tapi apa balasannya? Dan sekarang, hanya penyesalan yang ada pada diri saya.
"Kamu lagi apa?"
Pesan SMS yang ditujukan pada saya ini mungkin terkesan sangat singkat dan biasa-biasa saja. Tapi tidak buat saya yang sedang sakit saat itu. Perhatian yang begitu baik dan singkat inilah yang bisa membuat hari-hari saya bisa saya jalani dengan senyuman. Senyuman kebahagian.
Lucu ya... Dulu, ada pesan seperti itu ditanggapi biasa-biasa saja. Nah, mungkin di sinilah kita harus bisa menghargai dan bersyukur dengan apa yang kita punya, apa yang kita dapatkan.
Muncullah flash back kejadian yang saya lakukan. Perlakuan yang seharusnya tidak dilakukan pada pasangan. Penghargaan yang harusnya dilakukan terhadap pasangan. Dan masih banyaaak lagi...
Kalau ditanya, mungkin hanya satu kali kesempatan lagi yang saya minta. Tapi mungkin itu tidak mudah. Mungkin ujian inilah yang diberikan Allah pada saya. Mungkin dengan cara seperti inilah saya bisa kembali ke jalan-Nya. Mungkin ini cara Allah menunjukan kasih sayang-Nya.
Saya mengambil hikmah dari semua ini. Saya mengganggap ini adalah ujian beserta hidayah yang diberikan Allah pada saya. Saya yakin, insyaAllah Ada jalan terbaik buat saya. Kalaupun 'dia' masih jodoh saya, maka kita akan kembali bersama lagi. Semuanya saya pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Semoga cerita saya ini bisa bermanfaat. Bukan maksud menggurui atau sok tahu, saya sekedar ingin berbagi perasaan tanpa maksud apa pun.
Cintailah dan sayangilah pasangan kita dengan sepenuh hati. Selalu ingat pada janji setia yang terucap. Hargailah dan terimalah segala kekurangan dan kelebihannya. Maka disinilah kita bisa merasa keindahan dalam hidup, serta ketenangan batin yang takkan terganti dengan apapun. Keluarga adalah segala-galanya buat hidup kita.
Cukup sekian dulu cerita saya ini. Mari kita awali hari-hari dengan ucapan bismillah. Dan semoga saya bisa melewati hari-hari saya dengan senyuman lagi. Dengan segala harapan, mimpi, juga doa yang selalu hadir di setiap nafas saat ini.
Family is a haven in heartless world!
I love you always...
Sabtu, Agustus 07, 2010
Jumat, April 02, 2010
dear Allah : )
its been 2 years.
and i still have those heartbeats, whenever i meet him.
isn’t it what we call magic, is it ?
and by this post created, i swear to myself to treat him as best as i could.
so, please let us meet another 28 march dear Allah :)
#belumsempetdipostingentahsampekapan
Senin, Maret 01, 2010
Minggu, Februari 28, 2010
from: .. pe apa ce acar ..
Senin, Februari 22, 2010
hei. you. yes. you.
Hei.
How are you?
What you’ve been up to?
What are you doing?
Where are you?
I miss you.
Want to see you.
Want to hug you.
Want to hear you.
Want to touch you.
...
Kamis, Februari 18, 2010
hari² abu²
They said even in the storm we'll find some lights.
So here I am trying to find my own light in my stormy days.
♡♡
Senin, Februari 15, 2010
Minggu, Februari 14, 2010
:'((
Jumat, Februari 12, 2010
१२ ०२ १०
Kepada pacar saya, kalau kamu baca tulisan ini, saya cuma mau menumpahkan yang ada di kepala saya saja, sama seperti pesan pendek yang saya kirimkan semalam।
अकू सींग कामू, अरिएफ़ बुदी युलिंतो ♡
Selasa, Februari 09, 2010
a confession : )
Senin, Februari 08, 2010
seorang teman saya berkata ini kepada saya ..
apakah pernah kamu merasa ingin pergi .. tapi masih ingin tetap di sini ?
pertanyaan itu mengusik saya .
berapa kali saya merasa ingin meninggalkannya , hanya karena cobaan yang datang seperti tidak mau peduli pada sifat kekanak-kanakan saya , egoisme saya , kemanjaan saya .
berapa kali saya merasa ingin pergi saja karena takut tak bisa selamanya dengan dia , padahal bukan saya atau dia yang berhak memberi 'titik' selain dia yang maha agung kan ?
tapi ketika saya ingin meninggalkan dia , saya tetap ingin disini .
tetap tak ingin kehilangan dia ; yang lucu , baik , dewasa , pengertian , meskipun seringkali bikin dongkol tapi selalu sabar menghadapi kebawelan saya .
tetap tak ingin berjauhan dari dia , meskipun kadang kadang sakit hati karena jeda dan jarak seolah merentang semakin jauh ketika kami tak sepaham ..
tuhan memang telah menetapkan final end , tapi dia membebaskan kita untuk memilih jalan mana yang akan kita tempuh , berikut dengan konsekuensinya .
dear my little friend
Jumat, Februari 05, 2010
Kamis, Februari 04, 2010
11.11 AM ♡
Thanks to technology, jarak terasa rapat.
Rindu bisa terjembatani dengan telepon yang sering dan sms yang tak pernah putus.
Memang, seringkali kita butuh sentuhan dari seseorang yang tersayang untuk melegakan segala resah, gundah, juga perasaan kangen yang luar biasa.
Tapi ketika waktu tak mengizinkan, ucapan selamat malam yang hangat di ujung telepon sudah cukup bisa melenakan perasaan.
♡
11.11 AM
the blings of mine
karena saya dan dia adalah manusia manusia biasa
karena saya ingin punya hubungan yang mulu mulus saja . tidak perlu harus melewati jalan yang terlalu berliku , yang 'adem ayem' saja penuh dengan cinta yang hangat atau rasa aman bahwa someday , somehow , somewhere , kami akan menikmati perasaan ini tanpa terganggu
hubungan yang tidak perlu menguras air mata karena ketakutan pada kenyataan bahwa kita akan berpisah juga kelak - entah oleh apa atau oleh siapa , but someday , we will be apart ..
tapi ..
kenyataannya saya dan dia tetap harus melewati 'fase-fase yang nggak enak'
tidak jarang saya mesti 'nangis nangis darah' over that process
hati saya yang sedang nggak karuan begitu gampang sekali menjadi semakin berdarah darah hanya karena some silly things yang mestinya tidak perlu dibahas - because we both know , itu akan menyakitkan .. jadi buat apa selalu diingat ingat ?
saya berlindung di balik honesty , meskipun tahu , ada kalanya being too honest is to painful .. hhhh !
saya sering merasa 'duh-ko-gini-lagi-sih' , karena yang saya inginkan adalah hubungan yang tenang , yang tak perlu merasa cemburu , yang hanya saya dan dia saja , tak perlu mesti ada orang orang di masa lalu kami yang menyesakkan hubungan kami berdua
saya hanya ingin mencintainya dan dia merasakan hal yang sama
akan selalu ada friksi-friksi dalam hubungan kami berdua , akan ada some little bumps in our ways , tidak melulu ada rainbows or butterflies
karena apa ? karena dia .. juga saya .. adalah manusia manusia biasa
hmm .. dan satu hal lagi
why i 'enjoy' and appreciate every single so called fights with my loved one ? wanna know why ?
hmm , it's simple ! because in any bitter moments .. i just knew .. that when we make up .. it feels SOOO .. DAMN .. GOOD .. !
selalu ada awal untuk memulai segalanya . jauhnya perjalanan selalu dimulai dengan satu langkah , kan ?
dear my dearly a ♡♡
